twitter
rss


1.            PARAGRAF NARATIF

Paragraf naratif adalah paragraf yang menceritakan rangkaian kejadian atau peristiwa yang berurutan (kronologis) yang berupa fakta atau fiksi . suatu bentuk paragraf yang menceritakan   serangkaian peristiwa yang disusun menurut urutan waktu terjadinya.

Ciri-ciri paragraf naratif                       
- Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
- Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
- Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam  tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan.

2.           PARAGRAF DESKRIPSI

       Paragraf deskripsi atau deskriptif adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan untuk melukiskan,menggambarkan,dan memberikan perincian terhadap objek yang dibicarakan tersebut.Sehingga seolah-olah pembaca ikut merasakan. Paragraf  ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi
·         Menggambarkan atau melukiskan sesuatu
·         Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan indera
·         Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri
·         Pola Pengembangan
·         Pola pengembangan spasial yaitu pola pengembangan paragraf yang didasarkan ruang dan waktu
·         Pola pengembangan sudut pandang atau objektif adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan tempat dan posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu.

3.           PARAGRAF ARGUMENTASI

Paragraf  argumentasi adalah sebuah paragraf disajikan berdasarkan fakta yang sudah terjadi dan pernah dialami dengan disertai pendapat. Paragraf ini merupakan karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan agar pembaca mengikuti dan mengakui kebenaran gagasan penulis. Dalam karangan argumentasi banyak mengemukakan alasan, contoh, atau bukti yang kuat.

ciri-ciri paragraf argumentasi adalah sebagai berikut:
  • Paragraf argumentasi mengandung kebenaran untuk mengubah sikap dan keyakinan orang mengenai topik yang dibahas
  • Paragraf argumentasi mengandung data atau fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Penjelasan dalam paragraf argumentasi disampaikan secara logis.
4.           PARAGRAF EKSPOSISI

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang menjelaskan lebih rinci yaitu Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan. Dirangkai dalam urutan waktu. penjelasan atau paparan. Sehingga pembaca  dapat mengetahui fungsi, bentuk, ciri, cara merawat dengan jelas. karangan seperti ini telah menggunakan pola pengembangan paragraf eksposisi atau disebut juga ekspositoris.

Ciri-ciri Paragraf Eksposisi :
·         1. Isi berupa informasi/ penjelas.
·         2. Disertai dengan contoh, fakta, angka, dan sebagainya.
·         3. Memberikan informasi sejelas-jelasnya.
·         4. Diakhir karangan ada penegasan.

5.           PARAGRAF PERSUASI

Paragraf persuasi adalah bentuk karangan yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang, baik pembaca maupun pendengar agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis. Salah satu bentuk paragraf persuasi yang dikenal secara umum adalah propaganda yang dilakukan berbagai badan, lembaga, atau perorangan. Paragraf ini bersifat merayu atau membujuk.

ciri-  ciri paragraf persuasi
  • Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah. 
  • Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
  • Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui
  • kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
  • Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak
  • hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
  • Persuasi memerlukan fakta dan data.

ini adalah sedikit tentangku...

Hy..... namaku ANIF RACHMAWATI. aku biasa di panggil ANIF haha..simpel bgt.kan??
Aku lahir di kota yang lambangnya Udang Bandeng. hayooo kota apa??ada yang tau nggak kota apa?? aku kasih klu deeh! yaitu salah satu kota di profinsi jawa timur.... haha... apa hayo??
uda deh aku kasih tau aja... lebih tepatnya aku lahir di SIDOARJO..

Aku salah satu murid di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo. sekarang aku duduk di bangku kelas X. aku bikin blog ini karena di sekolah ada sebuah program D1 dari ITS yang namanya PRODISTIK, entahlah itu singkatan dari apa hehe.. aku lupa.. :P... sekarang aku tergabung dalam kelas Prodistik X-D.

waktu bikin blog aku bingung mau diisi tentang apa-an??..  pingin banget blog ini aku isi dengan cerbung (cerita bersambung) karanganku, tapi.. kayaknya nggka menarik. mau bikin blog yang temanya idolaku yaitu BOYFRIEND tapi takutnya nggk bisa selalu update. yaah akhirnya aku memutuskan untuk isi blog ini tentang hal-hal yang bermanfa'at saja misalnya pelajaran dll.

hm.. jadi bingung mau nulis apa lagi???,, sekian dulu deh.. pai..pai...


 hay semua! kemaren aku posting unsur instrinsik . nah, sekarang giliran yang unsur ekstrinsik 
gak usah basa-basi. CEKIDOOOT ! :D

Unsur-unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik berperan sebagai unsur yang memengaruhi bagun sebuah cerita.

Unsur ekstrinsik pun terdiri atas beberapa unsure :
1. Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap, keyakinan, dan
    pandangan hidup yang semuanya itu mempengaruhi karya sastra yang dibuatnya.
2. Keadaan psikologis pengarang, pembaca, maupun penerapan prinsip psikologis
    dalam karya.
3. Keadaan lingkungan pengarang, seperti ekonomi, sosial, dan politik.
4. Pandangan hidup suatu bangsa, berbagai karya seni, agama, dan sebagainya.

Latar belakang kehidupan pengarang sebagai bagian dari unsur ekstrinsik sangat mempengaruhi karya sastra. Misalnya, pengarang yang berlatar belakang budaya daerah tertentu, secara disadari atau tidak, akan memasukkan unsur budaya tersebut ke dalam karya sastra.

Menurut Malinowski, yang termasuk unsur budaya adalah bahasa, sistem teknologi, sistem mata pencaharian, organisasi sosial, sistem pengetahuan, religi, dan kesenian.

Unsur-unsur tersebut menjadi pendukung karya sastra. Sebagai contoh, novel Siti Nurbaya sangat kental dengan budaya Minangkabau. Hal ini sesuai dengan latar belakang pengarangnya, Marah Rusli, yang berasal dari daerah Minangkabau.

Begitu pula novel Upacara karya Korrie Layun Rampan yang dilatarbelakangi budaya Dayak Kalimantan karena pengarangnya berasal dari daerah Kalimantan.

Selain budaya, latar belakang keagamaan atau religiusitas pengarang juga dapat memengaruhi karya sastra. Misalnya, Danarto dalam novel Kubah, atau Habiburahman El-Shirazi dalam Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih.


Latar belakang kehidupan pengarang juga penting dalam memengaruhi karya sastra. Sastrawan yang hidup di perdesaan akan selalu menggambarkan kehidupan masyarakat desa dengan segala permasalahannya. Misalnya, dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.

Dengan demikian, unsur ekstrinsik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangunan karya sastra. Unsur ekstrinsik memberikan warna dan rasa terhadap karya sastra yang pada akhirnya dapat diinterpretasikan sebagai makna. Unsur-unsur ektrinsik yang mempengaruhi karya dapat juga dijadikan potret realitas objektif pada saat karya tersebut lahir. Sehingga, kita sebagai pembaca dapat memahami keadaan masyarakat dan suasana psikologis pengarang pada saat itu.